Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

REFORMASI BIROKRASI

Pencarian Data

DIRJEN PEMASYARAKATAN KEMENKUMHAM PASTIKAN LAPAS MERAUKE TIDAK OVER KAPASITAS

A. SESDITJEN PAS DI MERAUKE 001
(Jayapura, 04 September 2016) Sekretaris Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami melakukan blusukan di Blok hunian Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Merauke, Sabtu (3/9) kemarin. Selain ingin melihat langsung kondisi Lapas dan juga para tahanan yang berada didalamnya, di kesempatan itu juga sekaligus untuk melakukan pengukuran awal kapasitas hunian di blok baru Lapas Merauke. Perhitungan awal ini adalah sebagai bahan untuk penetapan rumus perhitungan kapasitas ideal bagi penghuni Lapas/Rutan di seluruh Indonesia.

Pengukuran dilakukan sebagai dasar dalam mengukur 'over kapasitas' yang sering disampaikan lewat pemberitaan di media. "Kami memulai dari Indonesia Timur yakni di Merauke dan akan sampai ke Sabang, Aceh. Sehingga nanti akan ada satu keputusan Menteri Hukum dan HAM yang menetapkan seluruh Indonesia dari 477 Unit Pelaksanan Teknis (UPT) itu berapa kapasitasnya dan seharusnya seperti apa," jelas Sri yang dalam kunjungannya didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua, Sarlotha Merahabia .

INFRASTRUKTUR LAPAS

Dikatakan , pembangunan infrastruktur di Lapas Merauke dilakukan dengan harapan agar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjalani pidananya dengan tenang, tanpa diskriminasi, paling tidak nilai-nilai Hak Asasi Manusia disetarakan dengan yang lain di luar Papua.
"Lapas Merauke sendiri tidak mengalami over kapasitas, namun harapannya penghuni tetap dilatih baik pertukangan, kerajinan tangan dan lainnya itu yang harus dilakukan agar mereka melupakan pidana yang dirasakan. Hal ini tetap kami dorong kepada Pak Kalapas bersama jajarannya agar tetap memperhatikan hal ini. Ketika berkeliling kami memperhatikan WBP ada yang kerja pertukangan, cukur rambut, cuci mobil bahkan ada 30 orang WBP yang sedang mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Merauke," kata Sri
Ia berharap, kepada para petugas Lapas agar melakukan pendekatan dengan hati saat menerima mereka (Napi red), berkomunikasi yang santun dan baik pada saat memberikan bimbingan, sehingga mereka merasa dimanusiakan mereka datang pada tempat yang benar, sehingga tidak berpikir untuk kabur. "Hal ini untuk bisa mengatasi masalah kaburnya narapidana atau tahanan dari Lapas Papua. Oleh karena itu, petugas harus menjadi seorang pendengar yang baik bagi mereka," pesannya.

A. SESDITJEN PAS DI MERAUKE 002

Lanjut diungkapkan Sri, saat kunjungan ia menemukan satu orang WBP yang jago sekali dalam hal menjahit dan tidak lama lagi akan bebas. Saat ini Kalapas dan jajarannya sedang mengupayakan, agar narapidana tersebut meski nantinya sudah dinyatakan bebas, namun diharapkan bisa tetap membantu melakukan pendampingan terhadap WBP lain yang masih berada di dalam Lapas Merauke
"Rencananya ke depan Kemenkumham akan mengembangkan Lapas Industri dan teman-teman di Lapas Papua yang memiliki potensi untuk itu, tinggal kerja sama media dan juga instansi terkait lainnya untuk mewujudkan semuanya,"tutupnya.[Humas Kris]


A. SESDITJEN PAS DI MERAUKE 004